Penunggu gaib kalimantan
Pada zaman bahari, di pegunungan meratus hiduplah seorang datu. Datu Nihing. sewaktu muda beliau suka merantau ketempat yang sangat jauh untuk mencari ilmu. menurut cerita beliau pernah berguru kepada Panglima Burung di pedalaman kalimantan tengah, Panglima Antang di pedalaman kalimantan timur, Panglima Ambih di pedalaman kalimantan baratt, dan juga dengan Patih Ampat dari kalimantan selatan. jadi jangan heran kalau Datu Nihing sangat sakti. beberapa ilmu beliau yang diketahui masyarakat, katanya beliau bisa menerbangkan mandau ( memenggal kepala tanpa diketahui ), kebal, bisa menjadi raksasa dalam sekejap, menjadi kecil dalam hitungan detik, kuat dalam hal apapun, bisa bernafas didalam air, berjalan diatas air, menjadi tabib, dan lain-lain. Datu Nihing mempunyai kebiasaan "mangayau' setiap bulan april. sasarannya adalah anak kecil. oleh karena itu banyak anak kecil yang hilang di bulan april pada saat itu. seandainya anak kecil itupun dapat, selalu ditemukan tanpa kepala.
Datu Nihing ini tinggal didalam gua, pekerjaannya 'bagarit bayi dan payau'. menggunakan pakaian dari kulit kayu atau kulit binatang. ketika sedang melakukan pekerjaannya di depan gua beliau melihat ada ular raksasa sebesar pohon, mungkin panjangnya 30 meter lebih. Langsung saja beliau mencabut mandau yang langsung diterbangkannya ke arah kepala ular tersebut. anehnya ular itu tidak apa-apa ketika terkena senjata Datu Nihing. hingga mandau itu diarahkan Datu Nihing ke arah leher, tapi tak satupun sabetan mandau itu melukai ular itu.
“Ini pasti ular jajadian” ujar Datu Nihing dalam hati.
Ular itu setelah terkena mandau Datu Nihing, langsung mengamuk. kepalanya menumbuk kearah datu Nihing. Datu Nihing kesana kemari menghindar. sebelum Datu menarik nafas, ekor ular itu sudah mengenai Datu Nihing. saking kerasnya hempasan ekor ular itu, menmbuat Datu Nihing terjungkal jauh kearah tepi tebing batu. untung saja Datu Nihing mempunyai ilmu kebal, jadi beliau tak apa-apa. saat itu Datu Nihing langsung teringat ucapan Guru beliau bahwa ular paling takut dengan 'Haduk Hanau'. langsung saja beliau mengeluarkan 'tali haduk' yang sering beliau bawa kemana-mana untuk mengikat ular itu. kesana kemari beliau mengelilingi ular itu dan terikatlah ular itu yang membuat ular tersebut menjadi lemah tak berdaya. dan ditebaslah kepala ular itu dikepalanya dengan mandau Datu Nihing.
Pernah juga ketika didalam belantara hutan beliau bertemu sosok mahluk mariaban. yang diperkirakan tingginya sekitar 5 meter. mariaban itu mempunyai bulu diseluruh tubuhnya dan taring panjang. Melihat mariaban itu langsung saja beliau menjadi raksasa, dan berkelahi dengan mahluk mariaban itu. banyak pohon roboh ketika kedua mahluk itu bertarung. dari puncak gunung hingga jatuh kedalam jurang. dibanting dan dipukul pun mariaban itu tak mempan. apalagi dibanting ke batu. lalu teringatlah beliau satu tanaman yang bisa mengalahkan mariaban itu dari guru-guru beliau. bamban. ketika bamban itu di pukulkan ke mariaban, berteriaklah mariaban itu kesakitan. kesana kemari Datu Nihing memukulkan bamban itu ketubuh mariaban, hingga tewas. setelah mariaban itu mati, Datu Nihing lalu mecabut bulu mariaban itu sebagai kenang-kenangan.
Kata orang bulu mariaban itu bila ditelan akan membuat orang itu kebal terhadap senjata apapun. tapi mempunyai kelemahan bila dipukul dengan batang bamban.
Di kutip dari sumber fb grup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar