Penunggu gaib kalimantan
Sangumang dan Maharaja adalah salah satu cerita rakyat yang berkembang di daerah Kalimantan Tengah. Cerita ini di satu sisi menggambarkan kisah seorang pemuda yang berkeinginan untuk menjadi pasangan dari salah seorang putri pamannya sendiri dan ia sosok pemuda yang cerdas. Pada sisi yang diceritakan juga sosok paman yang tolol sehingga mudah terhasut untuk melakukan sesuatu walaupun membahayakan dirinya. Cerita ini juga terdapat dua kisah ketololan sang paman (Maharaja). Pertama ketika Sangumang pergi bermain ke rumahnya, Sangumang berkeinginan untuk meminta babi kepada sang paman, oleh karena sang paman ini tergolong orang yang kikir, maka ia menyiasatinya dengan menceritakan tentang mimpinya agar pamannya mengorbankan seekor babi. Akhirnya pamannya melakukan apa yang menjadi mimpi Sangumang. Ketika ia sadar bahwa ia ditipu oleh Sangumang, dia berniat membalas agar Sangumang juga mengorbankan babinya. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, bukannya ia mendapat apa yang menjadi niatnya sebaliknya ia harus merelakan putri bungsunya dipersunting oleh Sangumang. Demikian juga pada kisah kedua berhasil mengelabui hantu dan mengambil ikan hasil tangkapan hantu. Ia menceritakan perjalanannya kepada sang paman dan tanpa mendengar dengan cermat lalu iapun bergegas hendak mencuri ikan tangkapan sang hantu. Bukannya kenikmatan yang didapatnya melainkan sial yang didapatinya. Cerita ini memberikan pesan bahwa hidup ini harus dijalani dengan baik, santun kepada orang tua, tidak memaksakan kehendak dan tidak boleh kikir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar