Iklan google

Jumat, 06 September 2024

Sejarah Panglima Batur

Kisah pahlawan di kalimantan
PANGLIMA BATUR.
Bukan sekedar nama jalan yg terkenal.
Panglima Batur (lahir di Buntok Baru, Barito Utara, Kalimantan Tengah pada tahun 1852 - meninggal di, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 5 Oktober 1905 pada umur 53 tahun)adalah seorang panglima suku Dayak Bakumpai dalam Perang Banjar yang berlangsung di pedalaman Barito, sering disebut Perang Barito, sebagai kelanjutan dariPerang Banjar. Panglima Batur adalah salah seorang Panglima yang setia pada Sultan Muhammad Seman. Panglima Batur seorang Panglima dari suku Dayak yang telah beragama Islam berasal dari daerah Buntok Kecil, 40 Km di udik Muara Teweh.
Gelar Panglima khusus untuk daerah suku-suku Dayak pada masa itu menunjukkan pangkat dengan tugas sebagai kepala yang mengatur keamanan dan mempunyai pasukan sebagai anak buahnya. Seorang panglima adalah orang yang paling pemberani, cerdik, berpengaruh dan biasanya kebal.
Panglima batur berjuang bersama sultan banjar sultan muhammad seman yg berjuang mempertahankan benteng manawing.
Beliau
Di kota Banjarmasin, dia diarak keliling kota dengan pemberitahuan bahwa inilah pemberontak yang keras kepala dan akan dijatuhkan hukuman mati. Pada tanggal 15 September 1905 Panglima Batur dinaikkan ke tiang gantungan. Permintaan terakhir yang diucapkannya dia minta dibacakan Dua Kalimah Syahadat untuknya. Dia dimakamkan di belakang masjid Jami Banjarmasin, tetapi sejak 21 April 1958 jenazahnyadipindahkan ke kompleks Makam Pahlawan Banjar di komplek pemakaman pangeran antasari sei jingah.
Di kutip dari sumber grup fb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lirik lagu dayak ngaju :Malihi janji(terjemah indonesia)

Tagal haranan duit dan jabatan (Hanya karena duit dan jabatan) Balalu cinta mu bapindah pilihan (Lalu cintamu berpindah-pindah pilihan) Aku ...