Iklan google

Minggu, 07 April 2019

Panglima burung (dayak)

Pahlawan kalimantan

Ye"HIKAYAT PANGLIMA BURUNG ( BULAN JIHAD)"
Hikayat Panglima Burung justru menjadi sangat mencuat tatkala terjadi kerusuhan etnis tahun 2001 di Kalimantan Tengah. Saat itu Panglima Burung sebagai tokok gaib Dayak benar-benar dijadikan sandaran dalam menghadapi serangan etnis tertentu dari seberang. Apa boleh buat, sesuatu yang telah dilupakan menjadi bangun ke alam nyata. Lalu siapa Panglima Burung dan bagaimana latar belakang ketokohannya? Inilah sebagian kecil jawabannya, jawaban dari versi Suku Dayak yang mendiami DAS Barito.
Kerusukan etnis yang mulai pecah sejak 18 Pebruari 2001 di Sampit memaksa Panglima Burung hadir dan membantu warga suku Dayak berperang dan mengusir warga etnis Madura. Sebagai Panglima besar, tentu saja Panglima Burung tidak turun sendiri tetapi membawa sejumlah pengawal alias Pasukan Khusus. Kata Abdul Hadi Bondo Arsyad, seorang Temanggung Dayak dari Tumbang Senamang, Katingan Hulu, “Panglima Burung muncul dengan membawa 87 orang pasukan khususnya”. Kata Kiyai Haji M. Juhran Erpan Ali, Ketua Pondok Pesantren Ushuluddin, Martapura, “Panglima Burung (adalah) seorang wanita berparas cantik namun berwatak bengis. Selain itu ia juga bergelar hajjah”
Disamping Panglima Burung sebagai panglima tertinggi Dayak, rusuh Sampit juga menurunkan beberapa tokoh legenda alam gaib lainnya seperti Panglima Palai, Panglima Api, Panglima Angsa, Panglima Hujan Panas, Panglima Angin dan beberapa panglima sakti lainnya. Yang pasti dari beberapa panglima itu terdapat dua panglima wanita cantik yakni Panglima Burung dan Panglima Api.
Dan kembali kepada keberadaan Panglima Burung yang legendaris, kata Kiyai Haji M. Juhran Erpan Ali (56), “Keberadaannya memang nyata, berwujud seorang wanita berparas cantik namun berwatak bengis. Panglima Burung sudah ada jauh sebelum Indonesia terbentuk”. Namun begitu, yang mengejut­kan dari penuturan Kiyai Juhran ini adalah karena sosok Panglima Perang Suku Dayak ini juga beragama Islam dan menyandang titel seorang hajjah.
WA Samat dan Adonis Samat bertutur bahwa pahlawan cantik tersebut keberaniannya luar biasa sekali. Salah satunya adalah saat berperang mendampingi Gusti (Ratu) Zaleha dalam Perang Barito. “Amuk Barito itu terjadi pada tahun 1900-1901, dimana suku-suku Dayak Dusun, Ngaju, Kayan, Kinyah, Siang, Bakumpai, Banjar, Hulu Sungai, baik yang beragama Islam atau pun Kaharingan bersatu bahu membahu menghadapi
serangan Belanda. Nama-nama pahlawan Banjar seperti Pangeran Antasari Gusti Muhammad Seman dan Gusti Ratu Zaleha selalu bersanding bahu membahu dengan (para pahlawan Dayak seperti) Temanggung Surapati, Antung, Kuing, Temanggung Mangkusari dan lain-lain yang merupakan kesatuan kekuatan dalam perjuangan”.
Dalam rentang perjuangannya melawan kolonialisme Belanda, Panglima Burung yang sangat cantik ini memiliki beberapa panggilan akrab oleh masyarakat. “Ada yang menyebutnya “Ilum” atau “Itak” namun nama populernya adalah “Bulan Jihad”. Kabarnya, Bulan Jihad memeluk agama Islam dengan perantaraan Gusti Zaleha kawan seperjuangannya.
Dan kita ketahui bahwa Gusti Zaleha adalah puteri Gusti Muhammad Seman, putera Pangeran Antasari yang memimpin Perang Banjar hingga memasuki kawasan Barito Utara dan (Barito) Selatan dengan semboyannya (yang terkenal): “Haram Manyarah, Waja Sampai ka Puting”.
Tjilik Riwut membenarkan keberadaan srikandi Dayak itu tetapi menurut beliau Bulan Jihad (bukan asli Dayak Kalteng tetapi) berasal dari Suku Dayak Kinyah (Kaltim). Yang pasti, “nama Bulan Jihad sangat terkenal diantero Barito Hulu dan Barito Selatan”, imbuh Tjilik Riwut. “Dia pendekar sakti mandraguna, punya ilmu kebal tahan senjata, bisa menghilang dan (mampu) melibas lawan hanya dengan selendang saja. Dia selalu berjuang berdampingan dengan Gusti Zaleha si pejuang puteri Banjar”. Dengan demikian maka ceritera yang disampaikan oleh WA Samat dan Adonis Samat (1948) sejalan dengan ceritera Pak Tjilik Riwut (1950).
Tatkala tokoh perlawanan Gusti Muhammad Seman meninggal dunia pada tahun 1905, lalu awal tahun 1906 Gusti Zaleha berkeputusan turun gunung, lantas apa keputusan Bulan Jihad dan sisa prajurit lainnya? Ternyata Bulan Jihad tetap bertekad meneruskan perjuangan dan terus mengembara. Maka terjadilah perpisahan yang sangat memilukan. Dengan berat hati keluarlah Gusti Zaleha dari hutan menuju Muara Teweh dan selanjutnya dia dibawa ke Banjarmasin bersama ibunya Nyai Salmah.
Sejak perpisahan itu, tidak banyak orang yang tahu dimana keberadaan Bulan Jihad dan kelanjutan perjuangannya. Barulah pada tanggal 11 Januari 1954, Bulan Jihad datang melaporkan diri ke Kantor Pemerintahan setempat di Muara Joloi sehingga saat itulah dia baru mengetahui kalau Indonesia sudah merdeka. Hatinya pun semakin luluh begitu mengetahui sahabat karibnya Ratu Zaleha telah lama meninggal dunia (24 September 1953) di Banjarmasin. Hari itu orang kembali melihat pemunculannya dan hari itu pula dia kembali mengembara ke hutan rimba untuk selama-lamanya. Inilah sekilas kisah muslimah Bulan Jihad yang setia berperang mendampingi perjuangan Gusti Puteri Zaleha (1903-1906), bahkan dia terus berjuang melewati masa juang pahlawan anti kolonialis lainnya di tanah Dayak ini.Dari bukti sejarah yang ditunjukkan pendahulu kita menyatakan fakta bahwa kebulatan tekad persatuan, tekad perjuangan melawan penjajahan tertuang jelas di dalam Perang Banjar dan Perang Barito. Saat itu, Pangeran Antasari, Demang Leman, Gusti Muhammad Seman, Temanggung Surapati, Gusti Zaleha, Bulan Jihad, Panglima Batur, Temanggung Mangkusari, Panglima Wangkang dan lainnya, adalah gambaran bersatunya kesatuan suku-suku Dayak Ngaju, Dayak Dusun, Kayan, Kenyah, Siang, Bakumpai, Banjar, Hulu Sungai, baik yang beragama Islam maupun Kaharingan. Kata Kiyai Juhran Erpan Ali, “(Sejak) masa itu telah ada kesepakatan tekad bahwa suku Dayak dan suku Banjar tidak akan pernah berperang sesamanya sampai kapan pun juga”..

Di kutip dari grup  Fb

Kamis, 04 April 2019

5 Cara Mengatasi Jomblo Berkepanjangan

Admin bagi tips

Padahal admin juga jomblo.wkwkw

Sudah berapa lama Anda jadi
seorang jomblo? Sudah berapa
lama Anda menghabiskan malam
minggu sendirian atau menjadi
kacung sambil dengki dan iri hati
sebagai ‘kambing conge’ saat
teman Anda enak-enak
berpacaran? Jadi jomblo memang
ada sisi kurang mengenakkannya.
Terlebih jika sudah menahun serta
berkepanjangan. Anda hanya bisa
iri pada banyak pasangan yang
berlalu-lalang setiap harinya.
Tentunya Anda tidak ingin
menjadi jomblo yang seperti
demikian, bukan? Coba ikuti tips
anti jomblo berikut ini :
1.Jadilah high quality
jomblo
Seorang high quality jomblo adalah
dia yang jomblo tapi memiliki
kualitas yang tinggi. Meningkatkan
kualitas diri Anda adalah wajib
hukumnya bila ingin menjadi
seorang jomblo yang berkualitas.
Seseorang yang berkualitas sudah
barang tentu diminati banyak
orang. Dengan begitu Anda akan
mudah menarik calon pasangan.
Bila selama ini Anda low quality,
jelas tidak ada yang tertarik
untuk menjadi pasangan Anda!
2.Sayangi diri Anda
Impian semua jomblo adalah ingin
dirinya disayangi oleh seseorang.
Tapi banyak sekali yang lupa untuk
menyayangi dirinya sendiri.
Logikanya adalah, bila Anda
sendiri membenci apa yang Anda
lihat di kaca, apalagi orang lain .
Sebelum orang lain menyayangi
Anda, Anda sendiri harus sudah
terlebih dahulu sayang pada diri
Anda sendiri.
3.Hidupmu harus
menyenangkan
Keluarlah dan bermainlah dengan
riang gembira. Semua orang ingin
pasangan yang menyenangkan.
Jadi seorang jomblo bukan berarti
Anda dimaklumi untuk memiliki
kehidupan boring. Jadilah jomblo
yang menyenangkan, maka Anda
akan disenangi dan cepat atau
lambat akan ada wanita yang
tertarik untuk jadi bagian dari
hidup Anda yang menyenangkan.
Jadi jangan terbalik, bukan Anda
membutuhkan gebetan agar hidup
Anda jadi menyenangkan!
4 .Temukan tempat baru
bergaul yang baru
Jika selama ini Anda hanya bergaul
dengan orang-orang yang sama,
jelas saja jika Anda terus
menjomblo, karena Anda
kekurangan pilihan! Jika tidak
ingin menjadi jomblo terus-
menerus, bergaullah dengan
segunung orang-orang baru di
tempat-tempat baru! Ikuti kelas
dansa, klub sepeda, kelas gym, klub
bela diri, kelas kepribadian atau
tempat-tempat apapun yang bisa
mempertemukan Anda dengan
komunitas baru. Temukan gebetan-
gebetan baru yang belum pernah
kamu temui di sana.
5.berdo'a/serahkan diri kita pada tuhan
Dengan cara ini bisa mendekati diri kita dengan tuhan,agar kita di mudahkan dalam jodoh...

5 Apikasi Android Terkeren Dan Canggih 2019


Hallo agan2 semua di artikel kali ini admin ingin,berbagi 5 apk android

 ini dia 5 aplikasi Android terbaik

1. KLWP

Masih pake wallpaper foto sendiri di smartphone Android? Kuno! Coba kamu instal KLWP deh. Aplikasi ini akan memudahkan kamu membuat live wallpaper sendiri di Android. Kamu bisa membuat wallpaper yang beda dengan orang lain dengan fungsi yang keren.

2. FooView - Flow Viewer

Dari semua aplikasi Android canggih yang Jaka sebutkan, barangkali FooView inilah yang paling canggih. Pasalnya aplikasi ini bisa digunakan sebagai aplikasi screenshot, merekam layar, penerjemah, hingga aplikasi jalan pintas di Android.

3. MacroDroid

Hayo ngaku, ada nggak aplikasi MacroDroid di smartphone kamu? MacroDroid akan membuat semua perintah di smartphone kamu berjalan otomatis tanpa harus ribet-ribet membuat variabel ini-itu.

Jika kamu suka pindah-pindah lokasi, MacroDroid akan otomatis menjalankan perintah untuk mengaktifkan lokasi dan WiFi, sehingga akan lebih hemat data dan daya.

4. Dashlane

Jika kamu memiliki banyak password yang harus diingat, maka Dashlane adalah aplikasi tepat untuk menyimpan semua password kamu dalam satu wadah aman. Dengan menyimpan password di Dashlane, kamu tidak perlu repot-repot harus memasukkan password saat mengunjungi situs tertentu karena semuanya Autofill. Bahkan dengan Dashlane, kamu bisa mengganti password akun atau alamat situs yang sering kamu gunakan tanpa harus mengunjungi situs terkait.

1. Quick Reboot

Bukan hanya untuk menyalakan atau mematikan smartphone, dengan kombinasi tertentu ternyata tombol power memiliki fungsi lain. Nah, Quick Reboot ini akan mewakili semua fungsi tombol power yang Jaka sebutkan. Dari mulai mematikan smartphone, masuk recovery mode, masuk download mode, screenshot, dan lainnya. Asal smartphone kamu sudah di-root, kamu bisa menggunakan Quick Reboot di smartphone kamu...

Sekalian dari saya.
Terimakasih.

Jangan tinggal jejak kalian

Selasa, 02 April 2019

7 Rahasia Tetap Awet Muda

7 Rahasia Tetap Awet Muda

Banyak orang yang mengeluhkan keadaan kulit dan wajah mereka yang tampak lebih tua daripada umur sebenarnya. Untuk mengatasi masalah ini, ada 7 rahasia agar Anda tetap tampak awet muda:
1. Selalu merasa bahagia
Merasa bahagia adalah salah satu kunci utama agar tetap ter lihat awet muda. Dalam setiap kegiatan, usahakan agar apa yang Anda lakukan sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Hindari stres, perasaan bersalah dan tertekan karena paksaan orang lain. Ingat, apa yang Anda rasakan akan tercermin pada wajah Anda. Jadi, orang yang sedang bahagia, wajahnya akan terlihat berseri-seri, santai dan lebih muda daripada usia sebenarnya.
2. Banyak bergerak
Berolahraga adalah cara agar awet muda. Lakukan joging, jalan cepat, bersepeda maupun berenang sekitar 30 menit setiap hari. Dengan olahraga, risiko terkena serangan jantung, osteoporosis, dan kanker pun akan mengecil. Olahraga teratur dapat menambah fleksibilitas otot, memperkuat tulang, serta mengurangi stres, karena sel-sel tubuh mendapat lebih banyak oksigen. Tidur Anda pun akan nyenyak.
3. Konsumsi vitamin C
Vitamin C bisa Anda peroleh dari buah-buahan segar (terutama jeruk), sayur-mayur berwarna hijau (brokoli dan lain-lain) atau suplemen vitamin C sebanyak 1000 mg perhari. Vitamin C terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi risiko terkena kanker dan melindungi tubuh dari efek yang ditimbulkan oleh polusi. Di samping itu, perbanyak minum air putih. Meminum air putih 8 gelas per hari akan mengurangi stres, menjaga kesegaran kulit, serta memperlancar kerja organ tubuh.
4. Gunakan pelindung UV
Matahari adalah salah satu faktor utama penyebab penuaan dini. Oleh karena itu, gunakan selalu lotion pelembab secara teratur setiap hari, khususnya bila akan bepergian, agar kulit tetap segar, lembab dan tidak terbakar sinar matahari, terutama sinar ultra violet (UV).
5. Istirahat cukup
Manusia butuh sekurang-kurangnya 8 jam setiap hari untuk tidur. Istirahat cukup bermanfaat untuk menghindari terbentuknya kantung mata, kulit keriput dan wajah kusam.
6. Perhatikan penampilan
Penampilan dan tata rias wajah juga memegang peranan penting. Meski usia terus bertambah, tetap perhatikan jenis kosmetik yang Anda pakai. Gunakan make-up tipis untuk kesan natural dengan tetap memperhatikan kondisi dan jenis kulit Anda.
7. Optimis
Orang yang pesimis selalu tidak percaya diri, gampang putus asa, dan tak pernah memperhatikan penampilan, yang bisa berakibat depresi. Jadi, berusahalah menjadi orang yang optimis dalam segala hal, sebab ini akan membuat hidup Anda akan lebih sehat dan bahagia..
Thanks  gan udah singgah..

Senin, 01 April 2019

PUTRI MAYANG(Barito timur)

kisah pahlawan kalimantan

Pada abad ke 14 – 15 , di wilayah Barito (sekarang
Kab. Barito Timur) ada keturunan dayak yang
terbagi dari Dayak Kampung sepuluh , Dayak Benua
Lima, Dayak Lawangan, dan Dayak Paju Epat.
Diantara keturunan Dayak ada garis keturunan
yang disebut Uria atau oring kaya / terhormat.
Garis Uria tersebut tidak jatuh pada keturunan
Dayak Kampung sepuluh, Dayak Lawangan, Dayak
Paju Epat melainkan hanya pada Dayak benua lima.
Keturunan Uria terdiri dari dua orang Dayak Benua
lima yang bernama Uria Mapas Negara dan Uria
Rinyam.
Keduanya hidup akur, rukun dan damai hingga
suatu hari terjadi perselisihan paham kepercayaan
masalah anutan dalam adat – adat Kaharingan.
Sehingga, Uria Rinyam bermukin diwilayah
kampung Dayak Paju Sepuluh (Sekarang Desa Dayu,
kecamatan Karusen Janang) dengan membawa adat
istiadat kepercayaan walaupun ada beberapa
benda pusaka yang sama dan kesamaan adat
seperti Abeh dan Batu Maruken.
Setelah tumbuh besar di kampung Dayu, Uria
Rinyam yang memiliki wajah rupawan merantau
dan bekerja di Kerajaan Banjar di Kayu Tangi
(Sekarang Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel).
Akhirnya, Uria Rinyam dipercayakan Raja Banjar,
Sultan Suriansyah sebagai pembantu/pengawal
kerajaan. Segala kepengurusan di Kerajaan Banjar
dipercayakan kepada Uria Rinyam. Ini karena
pegabdian Uria rinyam yang setia kepada Raja
Banjar.
Namun, kepercayaan Raja Banjar yang memiliki
panggilan Raja Mata Habang (Raja Mata Merah)
kepada Uria Rinyam buyar seketika ketika
mengetahui Isterinya memiliki hubungan khusus
dengan Uria Rinyam.
Hubungan Uria Rinyam dengan sang isteri raja
Banjar itu terjadi karena ketampanan wajah Uria
Rinyam yang membuat takjub. Sedangkan Uria
Rinyam sendiri tak bisa menahan diri karena sering
datangnya godaan – godaan dari Isteri Raja Mata
Habang.
Sultan Suriansyah dikenal sebagai Raja yang sering
bepergian ke berbagai wilayah Kerajaan di hulu
Barito (sekarang Muara Teweh Kabupaten Barito
Urata dan Puruk Cahu, Kab. Murung Raya) untuk
urusan kerajaan. Karena sering bepergian,
terciptalah kesempatan antara Uria Rinyam dan
Ratu Galuh Banjar untuk sering bertemu berdua
sehingga membuat hubungan kian erat.
(hubungan yang kian erat tersebut membuat sang
juru kunci tidak bisa menceritakan dan demikian
pula dengan si penulis yang tidak bisa
menceritakannya kembali dalam bentuk tulisan)
Hingga hari, Uria Rinyam mendapat kabar bahwa
Raja Banjar, Sultan Suriansyah pulang dari Puruk
Cahu ke Istana Banjar. Mendengar kepulangan
sang raja Banjar, Uria Rinyam langsung bertolak
pulang ke Dayu, tempat dia tumbuh dan besar.
Sesampainya di Sungai Barito wilayah Hulu
Marabahan (sekarang Kabupaten Marabahan,
Kalsel) Uria Rinyam berpapasan dengan Sultan
Suriansyah dan saling berjabat tangan.
Namun, Sang Raja Banjar menyimpan amarah
dengan Uria Rinyam. Sebab tubuh Uria rinyam
mengeluarkan aroma minyak wangi milik Ratu
Galuh Banjar yang tidak lain adalah isterinya
sendiri. Minyak wangi setambol tersebut
merupakan ciri khas dari isterinya yang biasa
dipakai di istana kerajaan dan aroma wanginya
bisa dicium dari kejauhan 3 Kilometer.
Sultan Suriansyah hanya bisa bergumam dan
bertanya-tanya didalam hati serta memendam
amarah yang cukup besar saja, ini tentunyak arena
belum adanya bukti – bukti yang kuat, bahwa ada
hubungan lain antara isterinta dengan pengawal
kepercayaannya itu.
Setibanya di Istana Banjar, sang raja akhirnya
memanggil isterinya untuk berkata dengan sejujur-
jujurnya untuk bercerita, mengapa aroma minyak
wangi Setambol yang bisa digunakan isterinya di
Istana Banjar bisa melekat di tubuh Uria Rinyam.
Walaupun sering mengelak alias ngelis, akhirnya
ratu Galuh Banjar pun bercerita dengan
kejujurannya, dan diakuinya bahwa ada hubungan
khusus dirinya dengan Uria Rinyam secara diam -
diam tanpa sang raja.
Raja Banjar pun tak elak menahan emosinya hingga
maranya kada katulungan (marahnya tak
terbendung, red) kepada isterinya hingga isterinya
diungsikan ke suatu tempat (konon kabarnya
isterinya tak diungsikan, melainkan dihukum sesuai
syariat agama Islam).
Sedangkan Uria Rinyam menerima Patok Bekaka
(sebuah patung yang memiliki lambang dengan
simbol ukiran khusus untuk tanda - tanda berisi
pesan) diminta untuk segera dan harus datang ke
Kerajaan dengan mencukur rambut karena ingin
diangkat untuk menggantikan sang Raja Banjar.
Tetapi, Uria rinyam memiliki firasat buruk. Sebelum
berangkat, Dirinya bertapa untuk mendapatkan
kabar apa yang akan terjadi. Ternyata, kabar yang
diterimanya yakni rencana pembunuhan terhadap
dirinya oleh sang raja. Uria segera melihat tali
kehidupannya, tetapi tiada ada tanda tanda
memiliki umur yang panjang.
Uria Rinyam meminta temanya sebanyak 9
(sembilan) orang untuk menemainanya ke
Kerajaan Banjar. Namun, 9 temannya tak diijinkan
masuk ke kerajaan banjar.
Sembilan orang teman teman uria rinyam diminta
untuk menginap di luar kerajaan. Namuan setelah
tiga haritak ada informasi kabar berita Uria Rinyam,
teman-temannya pergi ke kerajaan banjar untuk
menanyakan kabar dan keberadaan uria rinyam.
Hasilnya, kerajaan banjar mengatakan bahwa Uria
Rinyam sudah tak ada lagi di kerajaan dan
keberadaanannya juga tidak diketahui.
karena ada kejanggalan, kesembilan teman Uria
Rinyam akhirnya pulang ke ke kampung halaman
dan melaporkan kejadian itu kepada Kakak kandung
Uria Rinyam, Uria Mapas Negara yang tinggal di
sebuah kampung Lubuk Kajang (pinggiran sungai
terbesar kala itu) di Jaar (Kini menjadi desa Jaar ,
Kecamatan Dusun Timur).
Tidak enak mendengar kabar tentang adiknya yang
disampaikan teman- teman Uria rinyam. Uria
Mapas melakukan pertapaan dan berkomunikasi
dengan teman – teman gaibnya. Dan teman gaib
uria mapas mengatakan bahwa adiknya, Uria
Rinyam telah dibunuh oleh kerajaan Banjar dengan
kepala di pancung.
Mendengar hal tersebut, Uria Mapas melakukan
ritual untuk membalaskan dendam dengan
berperang ke kerajaan banjar.
Sebelum berangkat, Uria Mapas sempat
mengirimkan Pucuk Bekaka kepada Raja Banjar
dengan isi pesannya bahwa dirinya, Uria Mapas
kakak kandung dari Uria rinyam akan menuntut
balas dengan mahamuk (perang besar) melawan
kerajaan banjar seorang diri.
Uria Mpas berangkat membawa sepucuk Mandau
yang bernama Langsar Tewomea ( Artinya : Haus
Akan darah lapar akan daging) dan sebatang Halu
(Batang kayu penumbuk padi) pusaka dengan
mengikuti alur sungai Tabalong yang tembus ke
Sungai Banjar (Sekarang sungai Martapura) dengan
menggunakan Kumpai (Rumput ilalang) yang dirakit
menjadi sebuah perahu besar.\
Uria Mapas bertekad, dimana Kumpai yang
dinaikinya itu tertambat, di daerah itulah dirinya
memulai perang. Ternyata, kumpai yang dinaikinya
tertambat di sebuah Rawai (tempat kurungan ikan)
di daerah Hulu Marabahan (Sekarang Marabahan).
Disitulah Uria Mapas memulai amukan-nya dengan
menghabisi separuh dari warga kerajaan Bakumpai
(salah satu daerah milik kerajaan banjar).
Akhirnya, kerajaan bakumpai mengirimkan pesan
kepada kerajaan banjar bahwa warga kerajaan
bakumpai tidam mampu untuk menghadapi
amukan Uria Mapas. Tidak begitu lama , kerajaan
banjar mengirimkan pesa pula kepada kerajaan
Bakumpai dengan Patok Bekaka yang memberikan
pesan perdamaian untu Uria Mapas.
“Isi pesan yang disampaiakn kerajaan Bakumpai
dengan Uria Mapas diantaranya Raja Banjar
memberikan anaknya seorang putrid yang bernama
Putri Mayang Sari sebagai pengganti adiknya yang
tewas di tangan kerajaan banjar” kata Seto Lansai,
Juru Kunci makam Putri Mayang.
Uria Mapas menerima perdamaian dari raja banjar
dan hidup bersama dengan putri mayang sari
dengan hidup kakak beradik di Lubuk Kajang di
desa Jaar. Uria mapas sangat menyayangi adik
perempuannya yang cantik dengan penuh kasih
sayang.
Hingga suatu hari, putrid mayang mandi di sungai
Lubuk Kajang dan kemudian mulai sakit – sakitan
dan meninggal dunia di tempatnya tersebut.
Putri mayang Sari meninggal pada usia 30 tahun,
dia di lahirkan di Banjar pada hari Arba (Rabu)
tahun 1585 dan wafat pada hari Arba tahun 1615.
Bersilang waktu sekita 13 tahun, Uria Mapas yang
dilahirkan pada tahun 1569 tersebut kemudian
wafat pada tahun 1628.
Menurut cerita, jelasnya Seto Lansai, Putri Mayang
Sari memiliki wjah yang cantik dan rupawan serta
memiliki rambut yang lebat dan panjang. “Menurut
kisah-kisah warga terdahulu, putrid mayang
memiliki Rambut yang panjnag, jika sang Putri
Mandi sampai di rumahnya usai mandi di sungai,
maka rambutnya masih berada di sungai tersebut”
tambah Seto.
Dijelaskan pria kelahiran tanggal 31 Desember
1935 yang menjadi juru kunci makam putrid
mayang, bahwa pejiarah yang datang kemakam
putrid mayang banyak berdatangan dari berbagai
macam daerah seperti daerah kalsel dan Kalteng,
bahkan ada pejiarah dari tanah Jawa.
Ini dikarenakan , Pejiarang yang datang dan
bernazar atau berniat dengan tulus di Makam
putrid mayang banyak terkabulkan.

BAWI KUWU TUMBANG RAKUMPIT

Cerita yang di angkat dari kisah nyata jaman dulu

konon sekitar abad ke-18, di sebuah kampung sekitarpertengahan aliran Sungai Rungan tepatnya di Kelurahan Mungku Baru Kecamatan Rakumpit,
tinggallah Bawi Kuwu dan kedua orangtuannya.
Ketika beranjak dewasa wanita cantik itu
dilarang orangtuannya untuk keluar rumah dan
lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam
kamar dengan dikawal dayang-dayang yang setia
mengawal dan menjaga hingga bertahun-tahun
lamanya.
Pada suatu ketika, kedua orangtua Bawi Kuwu
ingin pergi keladang lalu berpesan kepada
dayang-dayang untuk menjaga anak
kesanyangan mereka itu di dalam rumah. tidak
lama setelah kedua orangtuannya itu pergi, tiba-
tiba Bawi Kuwu merasakan kepanasan dan ingin
madi di Sungai Rungan yang letaknya tidak jauh
dari rumah mereka, tentu para dayang yang
mengawal Bawi Kuwu melarangnya untuk keluar
rumah, apalagi untuk pergi sendiri ke sungai.
Lalu dayang-dayang itu mengambilkan air
kesuangai Rungan untuk memandikan Bawi
Kuwu di dalam rumah, tetapi keinginan dari
para dayang itu ditolaknya dan tetap bersikeras
untuk pergi sendiri kesuangai itu. Suasana
hampir tidak terkendali tetapi akhirnya para
dayang berhasil mencegah keinginan Bawi Kuwu
tersebut.
Selang beberapa lama kemudian, rupanya
perlakuan dari para dayang itu malah membuat
Bawi Kuwu merasa penasaran. Setelah melihat
situasi aman dan lepas dari pengawalan, Bawi
Kuwu pergi ke Sungai Rungan dengan diam-diam
tanpa ada yang tahu.
Sesampainya di tepi sungai, tepatnya diatas
Lanting (rakit dari kayu dalam bahasa suku
dayak) kejadian naas menimpa gadis cantik itu.
Tiba-tiba buaya besar muncul ke permukaan air
dan menyambar Bawi Kuwu yang belum sempat
mandi di sungai itu, lalu membawannya ke
sarangnya di dalam sungai. Sementara itu situasi
di dalam rumah geger setelah para dayang
menyadari bahwa Bawi Kuwu tidak ada didalam
kamar.
Kemarahan besar muncul dari kedua orangtua
Bawi Kuwu kepada dayang-dayang, karena telah
lalai sehingga mereka tidak mengetahui kemana
perginya anak kesayangan mereka itu. Lalu hari
itu juga mereka memanggil para tokoh adat dan
orang-orang yang memiliki kesaktian dari suku
dayak.
Tiga hari tiga malam lamanya, mereka
mengadakan ritual dalam suku dayak untuk
mencari Bawi kuwu, dan pada suatu malam,
saudara laki-laki dari Bawi Kuwu bermimpi
bertemu dengan Patahu (orang gaib suku dayak)
dan memberikan petunjuk bahwa Bawi Kuwu
masih hidup dan sekarang berada didalam perut
buaya yang telah membawannya itu. Orang gaib
itu juga berpesa apabila buaya itu muncul,
jangan sekali-kali membunuhnya. Lalu
saudarnya itu terbangun dari tidur dan
menceritakan tentang mimpinya itu.
Ketika itu juga mereka mencari Pangareran
(Pawang buaya dalam bahasa suku dayak), dan
tepat pada hari ketiga dalam ritual itu, buaya
yang membawa Bawi Kuwu muncul dari Sungai
Rungan lalu bergerak menuju daratan. Setelah
melihat buaya besar itu datang, tiba-tiba rasa
sedih bercampur amarah muncul dari saudara
laki-laki Bawi Kuwu. Mungkin karena begitu
menyayangi adiknya membuatnya kalap dan lupa
akan pesan orang gaib yang menjumpainya
didalam mimpi, lalu ia menombak buaya itu
sehingga akhirnya mati.
Setelah melihat kejadian itu, mereka langsung
membelah perut buaya dengan peralatan
seadanya dan mendapati Bawi Kuwu yang juga
sudah tidak bernyawa lagi, mati bersama-sama
dengan buaya itu. Akhirnya suasana duka
menyelimuti seluruh kerabat dan semua yang
menyaksikan peristiwa itu.

LEGENDA BUKIT TANGKILING( Kalimantan Tengah )

Cerita kalimantan

Cerita yang di angkat dari kisah nyata jaman dulu.Masih ingat kisah Sangkuriang?? itu jejaka Sunda yang berniat menikaihi ibunya sendiri. Dayang Sumbi? Di Kalimantan Tengah ada dongeng rakyat serupa tentang seorang pemuda Dayak, Tangkiling namanya. Tapi berbeda dengan Sangkuriang, Tangkiling ini sudah berhasii bermalam pengantin dengan ibunya.
Baru setelah kedua ibu dan anak itu tidur seranjang dalam bahtera (banama) milik Tangkiling, ibunya mengenali kembali anaknya yang lari dari rumah karena diketok kepalanya dengan ciduk penggoreng 35 tahun berselang. Makanya kutukan Dewata lebih dahsyat pada Tangkiling dan ibunya ketimbang Dayang Sumbi & Sangkuriang. Tangkiling dan enam orang kawannya musnah disambar petir lantas berubah jadi batu, begitu pula bahtera milik Tangkiling. Sedang sang ibu terkungkung hidup-hidup dalam bahtera batu yang letaknya 30 Km dari Palangkaraya, sampai kini.
Begitulah cerita Damang Tero, Kepala Adat di desa Tangkiiing yang masih beragama Kaharingan pada setiap pengunjung yang masih percaya pada kesaktian Bawi Kuwu (wanita pingitan) dalam Batu Banama di puncak bukit Tangkiling itu. Desa Tangkiling kini dihubungkan dengan jalan aspal - boulevard terbagus di seluruh Kalimantan Tengah, kata orang - sampai ke Palangkaraya.
Soalnya, bukit-bukit granit di desa Tang ling itu semenjak Kal-Teng menjadi propinsi sendiri merupakan sumber batu bangunan yang utama bagi pembangunan kota Palangkaraya. Banyak transmigran dari Jawa yang drop-out dari sektor pertanian bekerja menambang batu granit di Tangkiling yang kini menjadi obyek pariwisata satu-satunya bagi penghuni Palangkaraya. Nah, di puncak bukit yang tertinggi lewat jalan setapak yang cuma 1? Km jauhnya terletak batu banama (batu bahtera) itu.
Tinggi batu yang bagian bawahnya lancip seperti limas kapal itu, kira-kira 2 x tinggi orang dewasa, dan panjangnya 10 meter. Dari jauh nyaris tak tampak karena ditumbuhi pepohonan dan semak-semak, lengkap dengan akar-akar gantungnya. Namun kalau didekati, bentuknya yang seperti kapal itu memang tampak menyolok.
Mungkin dari situlah berkembang cerita rakyat, bahwa batu itu dulunya bahtera si Tangkiling ratusan atau ribuan tahun yang lalu, ketika desa itu masih terletak di pinggir laut. Dan memang, pasir putih yang merupakan fundasi kota Palangkaraya sekarang dan struktur geologis bagian selatan Kalimantan dulunya masih berujud laut ketika pedalaman Kal-Teng sudah berujud hutan. Pada zaman bahari itulah di desa tadi ada seorang perempuan muda dengan anak satu-satunya, Tangkiling.
Pada suatu hari Tangkiling pulang tengah hari merengek-rengek minta makan, sementara ibunya sedang menggoreng nasi dalam rinjing (kuali). Karena dia tak mau berhenti merengek-rengek, ibunya yang penasaran mengetok kepalanya dengan suduk rinjing (sendok penggoreng). Tangkiling bukannya berhenti menangis, tapi lari ke pelabuhan dengan luka di kepalanya.
Di sana ada kapal yang kebetulan mau bertolak, dan Tangkiling pun ikut berlayar meninggalkan kampung halamannya. Nasib mujur rupanya menyertai Tangkiling dalam pengembaraannya itu. Seorang saudagar pelayar mengangkatnya sebagai anak. Dan ikutlah dia berlayar ke mancanegara. Setelah lama bekerja di bawah ayah angkatnya itu, satu ketika Tangkiling diberi kapal banama sendiri oleh ayah angkatnya, dan Tangkiling pun menjadi saudagar yang kaya dan beken di luar negerinya. Setelah 35 tahun meninggalkan kampung halaman, tanpa disadarinya bisnis Tangkiling menyebabkan dia singgah di pelabuhan kampung halamannya.
Mirip kisah si Malin Kundang di Sumatera Barat. Sementara ditinggal anak lelakinya, sang ibu yang rupanya tak bersuami resmi kembali masuk kuwu (semacam 'biara' tempat gadis-gadis yang belum bersuami 'diamankan' dari khalayak ramai). Makanya dalam legenda Dayak, ibu Tangkiling itu hanya dikenal dengan sebutan 'Bawi Kuwu'.
Dan seperti juga dalam legenda Sangkuriang di Sunda, Bawi Kuwu tetap awet muda berkat jamu-jamu Dayak sebangsa tabat Barito dan sejenisnya. Makanya, ketika saudagar muda yang kaya
raya itu turun dari bahtera dan berjalan-jalan di kampung halamannya sendiri (yang sudah tak diingatnya lagi), tiba-tiba dia terkesima melihat seorang perempuan ibunya sendiri turun dari kuwu. Keduanya serta merta jatuh cinta. Tangkiling tidak menunggu lama-lama. Bawi Kuwu segera dilamarnya dan lamaran itu pun kontan diterima. Pandai Menjahit Sesuai dengan ketentuan adat, mereka tidak segera kawin.
Sebulan lamanya anak-buah Tangkiling menyiapkan pesta perkawinan yang meriah. Sesudah menikah Tangkiling tidak segera berangkat berlayar lagi, tapi masih tetap parkir di pelabuhan itu. Baru setelah tiga bulan bermesra-mesraan, rahasia ibu dan anak itu terbongkar. Tangkiling yang gondrong rambutnya itu minta ibunya menumpas kutu-kutu di rambutnya, dan tersingkaplah parut luka dari masa bocahnya.
Bawi Kuwu terkejut, lalu buru-buru menanyakan asal-usul parut itu. Begitu Tangkiling selesai menceritakan riwayat insiden yang menyebabkannya lari dari rumah, ibunya pingsan. Tangkiling pun baru sadar, bahwa dia telah jadi korban sang Oedipus. Kontan ibu dan anak itu bercerai, dan Tangkiling pun lari ke hutan sementara ibunya saking malunya, tak berani turun dari bahtera.
Tangkiling tidak lari untuk menjauhkan diri, tapi untuk menebus dosanya sesuai dengan tuntutan adat. Bersenjata sumpit saja, dia bunuh sejumlah babi hutan dan menjangan untuk binatang kurban, lantas dia kembali ke kampung. Semua orang kampung diundangnya menghadiri pesta penebusan dosa. Pada saat hadirin sudah mabuk dan kekenyangan setelah menyantap suguhan Tangkiling, Raja Pali (Dewa Kilat) yang menjadi asisten Raja Tontong Matanandu (dewa tertinggi di alam-atas) mengirimkan kilatnya untuk menghukum Tangkiling yang telah melanggar hukum Pali (tabu).
Tangkiling dan keenam pengawalnya berubah jadi batu. Begitu pula bahtera Tangkiling yang menjadi Batu Banama di bukit Tangkiling sekarang. Bawi Kuwu, terkurung hidup-hidup dalam Batu Banama itu. Riwayat Bawi Kuwu yang cantik jelita itu belum berakhir. Dia dikisahkan pintar menjahit pakaian, dan orang-orang yang percaya dapat memasukkan kain dalam salah satu celah di sisi samping bahtera batu itu, dan pakaian yang sudah terjahit akan ke luar dari situ.
Namun suatu ketika, ada seorang Bagumpai (suku Dayak yang sudah masuk Islam, di perbatasan Kal-Sel/Kal-Teng) yang penasaran ingin melihat puteri yang cantik dan pintar menjahit itu. Dipancingnya Bawi Kuwu dengan sepotong kain untuk mengeluarkan tangannya dari celah itu. "Begitu tangan Bawi Kuwu terjulur dari celah, disambarnya tangan perempuan itu", tutur Damang Tero.
Namun Bawi Kuwu tetap juga tak dapat diseret ke luar. Saking jengkelnya, orang Bagumpai tadi menghunus parangnya, dan memancung tangan puteri nan malang itu. Sejak saat itu, celah itu tertutup, dan sang puteri yang sudah buntung tangannya itu tak lagi mau melayani pesanan jahitan tanpa bayaran itu. Kini, setelah banyak orang Dayak masuk Kristen atau Islam, tak banyak lagi yang datang bersemedi ke batu itu mohon ini dan itu.
Namun orang luar yang singgah ke Palangkaraya, biasanya tak lupa diantar oleh tuan rumahnya mengunjungi batu itu guna melihat betapa miripnya karya alam itu dengan bahtera kayu ciptaan manusia. Dan juga bagi pasangan muda-mudi yang sedang dirasuk cinta, naik ke atas batu itu dengan memanjat tangga kayu dan akar-akar yang bersliweran membuka peluang untuk berpacaran dengan aman. Asal permisi dulu pada Bawi Kuwu dan puteranya yang malang, yang namanya sudah diabadikan lewat nama desa di tepi sungai Rungan itu.

Lirik lagu dayak ngaju :Malihi janji(terjemah indonesia)

Tagal haranan duit dan jabatan (Hanya karena duit dan jabatan) Balalu cinta mu bapindah pilihan (Lalu cintamu berpindah-pindah pilihan) Aku ...