Iklan google

Jumat, 01 November 2024

kisah enam bersaudara di tinggal ayahnya

Alkisah, ada enam bersaudara yang tinggal di sebuah desa kecil, jauh dari keramaian kota. Mereka adalah anak-anak yatim yang ditinggalkan ayahnya sejak si sulung masih kelas 3 SD. Adik bungsu mereka saat itu masih bayi, baru berusia 9 bulan. Sejak kepergian sang ayah, beban hidup keluarga ini ditanggung penuh oleh ibu mereka yang tak pernah lelah bekerja.
Sang ibu menghidupi anak-anaknya dengan bekerja keras di ladang dan menyadap karet. Setiap hari ia bangun subuh untuk berjalan jauh menuju ladang, meninggalkan anak-anak di rumah. Karena harus tinggal dekat ladang agar bisa bekerja sepanjang hari, ibu mereka tak bisa selalu berada di samping keenam anaknya. Karenanya, kakak tertua yang sudah beranjak remaja harus mengambil tanggung jawab besar. Ia mengurus adik-adiknya di rumah, memastikan mereka makan, belajar, dan tetap bersama.
Meski hidup mereka penuh keterbatasan, keenam saudara ini selalu berusaha saling mendukung. Namun, anak-anak di desa sering mengolok mereka karena mereka yatim. Cemoohan itu bukan hanya membuat hati mereka terluka, tetapi juga membuat mereka merasa semakin sulit bertahan di tengah keterasingan. Meski begitu, sang kakak tertua selalu berusaha tegar di depan adik-adiknya.
"Jangan dengarkan mereka. Ayah kita memang sudah tidak ada, tapi kita masih punya ibu yang sangat kuat dan saling memiliki. Kita pasti bisa melewati semua ini kalau tetap bersama," kata si sulung, menyemangati adik-adiknya yang kadang menangis karena merasa berbeda dari teman-teman mereka.
Seiring berjalannya waktu, anak-anak yatim ini belajar mandiri. Setiap hari, mereka saling membantu dalam pekerjaan rumah, bahkan kadang-kadang ikut membantu sang ibu di ladang. Semangat dan tekad mereka membuat hati sang ibu bangga, meski ia tak bisa selalu bersama mereka.
Cerita ini mengajarkan bahwa hidup mungkin membawa ujian berat, tetapi cinta dan kebersamaan mampu memberi kekuatan untuk bertahan. Bagi keenam anak yatim ini, kehilangan ayah bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan mereka untuk saling menjaga dan mendukung sebagai keluarga yang penuh kasih sayang. Meski mereka tak memiliki banyak materi, mereka memiliki satu sama lain, dan itu adalah harta yang paling berharga.
Cerita ini kutip dari grup fb.
😇😇

Lirik lagu dayak ngaju :Malihi janji(terjemah indonesia)

Tagal haranan duit dan jabatan (Hanya karena duit dan jabatan) Balalu cinta mu bapindah pilihan (Lalu cintamu berpindah-pindah pilihan) Aku ...